Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Perbedaan Antara Arus, Tegangan dan Daya Listrik

Tegangan dan Arus Listrik

Saat menyentuh kabel yang terkelupas di jaringan jala jala PLN, apa yang sobat rasakan. Ada sengatan listrik, yang kadang membuat kita kaget atau bahkan fatalnya kalau arus pada listrik itu besar, bisa jadi menyebabkan kematian. Sebenarnya apa sih yang ada dalam jaringan jala jala PLN itu? kenapa bisa menimbulkan sengatan listrik? yuk kita belajar tentang besaran listrik, yang tentunya sudah sering banget kita dengar, namun masih banyak yang gak tau artinya… Ada kalanya orang menyebut arus dan tegangan terlihat seperti sama, padahal arus dan tegangan merupakan dua besaran yang berbeda. Mari kita bahas satu persatu.

Arus Listrik adalah..

 Arus listrik adalah suatu besaran listrik yang memiliki satuan Ampere, namun banyak orang yang lebih familier dengan satuan A saja atau Amp Intinya sama ya. Hanya penyebutan saja






Arus listrik mengalir karena adanya aliran electron. Saat elektron mengalir dari polaritas negatif menuju polaritas positif, saat itulah timbul arus listrik yang mengalir berkebalikan dengan arus elektron, yaitu dari polaritas positif menuju polaritas negatif. Arus listrik mengalir dalam rangkaian tertutup, dan melewati medium berupa hambatan, sehingga bila digambarkan akan seperti berikut


Electron akan mengalir dari kutub negative ke kutub positif. Sedangkan arus listrik akan mengalir dari kutup positif ke kutub negative. Sampai sini jelas ya… 

Ok sekarang masalah satuan. Seperti yang sobat bee ketahui bahwa arus listrik diukur dalam satuan Ampere, untuk Arus listrik yang memiliki magnitude kecil biasanya diukur dalam satuan milli Ampere, atau yang lebih kecil lagi dalam satuan micro Ampere. 

Persamaan pada Arus Listrik

Persamaan arus konstan, besarnya arus listrik dapat diperoleh dengan rumus::

di mana I adalah arus listrik listrik, sedangkan  Q adalah muatan listrik, serta  t adalah waktu (time).Jika arus listrik tersebut mengalir dalam waktu tertentu maka dapat digunakan rumus sebagai berikut :

 sehingga dapat ditentukan jumlah muatan total yang dipindahkan dalam rentang waktu 0 sampai t melalui rumus integral sebagai berikut:


Tegangan Listrik

Sobatbee,  kadang kita dibikin bingung antara arus listrik dan tegangan. Sobat harus bisa bedakan ya, tegangan listrik merupakan gaya listrik yang menggerakkan arus listrik, sehingga dapat mengalir di sepanjang rangkaian tertutup (Close loop). Untuk jelasnya sobat bee bisa lihat ilustrasi dari gambar ini ya 




Untuk satuan dari tegangan adalah Volt, atau seringkali disingkat dengan V. besarannya juga berjenjang dari yang paling kecil, micro volt sampai kilo volt.
Setiap naik satu tingkat tangga maka harus dibagi 1000, sedangkan bila turun 1 tangga maka harus dikali dengan 1000, contohnya, 1 Volt = 0,001 Kilo Volt = 1000mVolt. 

Daya Listrik

Besaran listrik berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah daya listrik. Setelah sobat memahami apa itu arus listrik dan tegangan listrik, maka besaran daya listrik tidak dapat lepas dari kedua besaran tadi. Daya listrik dapat dipresentasikan sebagai sebuah perubahan energy listrik yang dihasilkan oleh peralatan listrik, berupa perubahan energy, sebagai contoh , bolam lampu mengubah energy listrik menjadi cahaya Jika dikaitkan dengan arus listrik dan tegangan listrik, maka daya listrik merupakan perkalian dari kedua besaran tersebut, bias dirumuskan sebagai berikut ya… 
 
P= I x R

Dimana     P : Daya Listrik
                  I : Arus Listrik
                 V : Tegangan Listrik

Daya listrik diukur dalam satuan watt. Untuk daya besar bisa dalam  kilo watt atau bahkan mega watt, sedangkan untuk daya yang kecil dalam milli watt atau micro watt.
Demikian Artikel tentang Arus dan Tegangan, Jika ada diskusi silakan tuliskan di kolom komentar.