Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Sistem Kendali Tertutup dan Penerapannya


Hi sobatbee, beberapa waktu yang lalu pernah kita bahas tentang Sistem Kendali Terbuka, nah kali ini kita akan bahas tentang system kendali  tertutup. Pada Prinsipnya system ini hampir sama dengan kendali terbuka, namun ada sedikit penambahan komponen.



Prinsip Kerja Sistem Kendali Tertutup

Sistem kendali tertutup  akan menerima sinyal keluaran sebagai umpan balik yang mengontrol system. Sinyal koreksinya merupakan selisih dari sinyal masukan dan umpan balik dari keluaran. Selisih tersebut akan membuat system kendali bekerja menyeimbangkan kesalahan sehingga dapat mencapai hasil yang telah ditetapkan. Sistem kendali tertutup dapat digambarkan dalam diagram blog sebagai berikut:




Pada gambar di atas, terdapat masukan  yang akan dikontrol  untuk mengendalikan suatu objek tertentu, system akan menghasilkan keluaran yang direspon oleh sensor dan diubah menjadi besaran tertentuyang akan mengontrol masukan. Secara konsep bagian bagian itu akan kita bahas satu satu ya gaes :
  1. Input ( Masukan) merupakan stimulus yang diberikan kepada system control. Stimulus berupa variable yang dikontrol selama pengontrolan.
  2. Output (Keluaran)  merupakan respon terhadap system yang merupakan suatu nilai yang akan terus dipertahankan sesuai dengan variable yang dikontrol.
  3. Beban ( Plant) merupakan objek yang dikontrol, bisa berupa mekanis electric, maupun besaran lain
  4. Kontroler merupakan perangkat control yang merupakan system.
  5. Elemen Umpan Balik, bisa berupa sensor yang mendeteksi besaran output untuk dibandingkan engan besaran input. Besaran yang di umpan bailikan biasanya berupa besaran listrik yang akan dibandingkan pula dengan besaran masukan yang juga telah diubah ke besaran listrik. Selisih dari besaran inilah yang kan menjadi koreksi  pada system.

Penerapan Sistem Kendali Tertutup


System kendali tertutup ini pada prinsipnya akan bekerja sesuai dengan standar yang diharapkan tanpa ada control langsung dari manusia. Sistem akan selalu bekerja untuk mendapatkan besaran yang ditentukan. Aplikasi dari system ini bisa kita lihat pada peralatan rumah tangga yang ada disekitar kita, misalnya
  1. lemari es, sistem kendali tertutup dari lemari es dapat kita lihat dari penggunaan thermostat untuk mengatur suhu kabin lemari es tetap konstan
  2. pemanas otomatis, sistem kendali tertutup dari pemanas air bisa kita lihat dari otomatisasi alat yang akan mematikan pemanas jika suhu sudah tercapai, dan akan menghidupkan pemanas saat suhu dibawah referensi yang ditetapkan.
  3. air conditioner,sistem kendali tertutup pada air conditioner bisa dilihat dari pengaturan suhu ruangan secara otomatis.. Kompresor akan hidup saat suhu ruangan sudah meningkat, dan akan mati saat suhu yang diharapkan sudah tercapai.
Kehidupan manusia di dunia ini gak bisa lepas dari kedua system kendali itu ya sobatbee, tinggal kita manfaatkan semua yang ada ini dengan sebaik-baiknya, salam sukses