Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Beban Pendinginan , Jenis dan Waktu Operasionalnya

Beban Pendinginan

Suatu beban panas menjadi beban pendinginan biasanya bermula dari sumber yang bervariasi. Sumber sumber panas tersebut bisa produknya, atau habit disekitar benda tersebut. Sumber panas pada prinsipnya berasal dari:
  1. Bagian luar dinding yang memiliki isolasi transparant ( dengan cara konduksi)
  2. Kaca atau bahan lain yang transparan (dengan cara radiasi)
  3. Panas dari lingkungan disekitar pendingin
  4. Panas yang bersumber dari benda yang didinginkan
  5. Panas yang bersumber dari manusia yang mengoperasikan mesin pendingin.
  6. panas yang bersumber dari alat alat di ruangan, seperti lampu, motor, kompor listrik dan lain sebagainya.
Namun tidak semua yang disebutkan di atas menjadi beban pendinginan tergantung pemakain saja
Beban Pendinginan

Sumber gambar : www.gamasemesta.com

Waktu operasional (equipment running Time).

Sebelum membahas  tentang waktu operasional, perlu sobatbee ketahui apa yang dimaksud dengan BTU terlebih dahulu. BTU atau singkatan dari Britist Thermal Unit merupakan satuan energi yang digunakan di Amerika.. Satuan ini biasa didefinisikan dengan waktu perjam (BTU/jam). Pada penerapannya penggunaannya untuk menghitung beban pendinginan secara keseluruhan biasanya dihitung dalam waktu 24 jam ( BTU/24Jam)
Untuk menentukan besarnya kapasitas dari sebuah mesin didapatkan dengan cara beban total (BTU/jam) dibagi dengan jumlah waktu operasional mesin tersebut. Untuk memudahkan pemahaman sobatbee, dapat dijabarkan dalam rumus berikut:
rumus beban pendinginan

Dimana : Q            :    Kapasitas mesin yang diperlukan (BTU/Jam)
                Q total    :    Jumlah Beban pendinginan (BTU/24 jam)
                t              :    Jumlah waktu mesin bekerja (jam)

    Meskipun waktu mesin bekerja sudah dinyatakan, namun saat evaporator diselubungi bongkahan es, mesin tersebut harus berhenti agar terjadi proses defrost (pencairan bunga es). setelah es mencair, maka mesin akan bekerja lagi.Lapisan es tersebut bersumber dari sirkulasi uap air dalam udara yang membeku karena adanya proses pendinginan dibawah titik bekunya.
    Proses Defrost dilakukan secara berkala dengan cara menambah temperatur pada evaporator sampai pada titik cairnya. penambahan suhu tersebut dipertahankan sampai beberapa saat agar semua bunga es mencair sempurna. Proses defrost ini menyebabkan usaha untuk mendapatkan efek pendinginan jadi tertunda. Ada dua  cara untuk mencairkan bunga es (defrost)

  • Off cycle Defrosing

Metode defrost yang digunakan adalah dengan cara mengentikan kerja dari kompressor, sehingga, panas yang ada dalam ruangan pendingin digunakan untuk mencairkan bunga es. Proses ini memakan waktu yang relatif lama karena menunggu suhu dalam ruangan naik.Proses Off cycle defrosting ini waktu yang diijinkan mesin pendingin untuk beroperasi adalah 16 jam, sedangkan yang 8 jam digunakan untuk proses pencairan bunga es.

  • Otomatis Deffrost

Metode defrost otomatis dengan cara memanfaatkan uap panas (hot gas) yang keluar dari kompresor . Cara ini akan mempercepat proses defrost dibandingkan dengan metode off cycle defrosing. Waktu kerja mesin juga lebih panjang yaitu antara 18-20 jam semalam tergantung berapa kali defrost otomatis perlu dilakukan.


Perhitungan Beban Pendinginan.

    Untuk memudahkan perhitungan, beban pendinginan bisa dibagi menjadi beberapa beban panas berdasarkan sumbernya. Beban panas tersebut kemudian dijumlahkan sehingga didapatkan beban pendinginan secara keseluruhan yang harus ditangani oleh mesin pendingin. Pada sistem pendingin komersial beban pendinginan dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

Beban panas yang dihasilkan dari dinding.

Dinding yang diisolasi tetap menimbulkan perpindahan kalor dari panas ke dingin. Pada suatu sistem pendingin tidak bisa lepas dari beban pendinginan berupa panas yang melalui dinding. Perhitungan untuk beban panas dinding pada sistem pendingin (Chiller) dianggan tidak ada, karena luas dinding dinding chiler relatif kecil dan sistem isolasinya yang baik sehingga meminimalkan kebocoran. Hal ini tidak berlaku untuk sistem pengkondisian udara domestik dan komersial untuk ruangan ruangan pinyimpanan ( cold storage), karena justru pengaruh beban panas dari dinding merupakan beban yang paling besar

Beban panas yang dihasilkan dari pertukaran udara.

Pada ruangan yang dikondisikan untuk proses pendinginan terbuka, maka udara panas dari luar ruangan akan mauk menggantikan sebagian dari udara dingin yang ada dalam ruangan. Hal ini jelas akan mempengaruhi temperatur pada ruangan pendingin tersebut.Panas yang masuk dari luar ini merupakan salah satu beban pendinginan. Pada pendinginan cairan (liquid chiller ), beban ini tidak begitu diperhitungkan, karen atidak adanya pintu/ lubang yang lainnya. Sedangkan pada sistem pengkondisian udara beban ini sangat diperhitungkan. Pada sistem pengkondisian udara beban itu dinamakan beban infiltrasi , yaitu beban karena adanya udara segar yang masuk diantara celah celah pintu jendela, dan beban ventilasi yaitu udara segar yang sengaja dimasukkan lewat pintu atau jendela. Pada sistem pendinginan komersial celah celah pintu dan jendela diberi seal/ perapat sehingga kemungkinan bocor kecil sekali, dengan demikian beban pendinginan untuk sistem pendinginan komersial yang perlu diperhitungkan adalah beban panas saat pintu dibuka.

Beban Panas yang berasal dari Produk.

Panas yang bersumber dari suatu produk yang didinginkan hingga mencapai temperatur ruang pendinginan merupakan beban pendinginan yang harus di tanggung oleh mesin pendingin. Produk produk yang dapat didinginkan dapat berupa
  1. Makanan dan minuman
  2. elektroda untuk las
  3. bahan bahan plastik
  4. bahan bahan dari karet
  5. berbagai macam cairan.
beban panas dari produk merupakan beban pendinginan total, dimana beban tersebut terjadi pada saat penurunan temperatur produk pada temperatur di ruang pendingin. Pada benda benda tertentu seperti es cream, justru benda tersebut yang menyerap panas dari ruang pendingin.

Beban Panas yang berasal dari Alat alat 

Beban pendinginan yang dijelaskan di atas merupakan beban yang langsung berpengaruh pada mesin pendingin. Beban lain yang ikut dalam mempengaruhi beban mesin dalam prosen pendinginan adalah beban panas yang ditimbulkan dari alat alat disekitar mesin pendingin, seperti lampu, kipas angin. Jumlah pegawai atau operator juga mempengaruhi beban panas ini. 

Demikian artikel tentang Beban Pendinginan, Jenis dan Waktu Operasionalnya, semoga bermanfaat, jika ada diskusi, silakan tuliskan di kolom komentar.

Sumber Bacaan:
  • Ega Taqwali Berman, Konsorsium Sertifikasi Guru,  2014, Teknik Pendinginan dan Tata Udara, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDMPK-PMP
  • https://ilmuteknik.id/ilmu-teknik-perhitungan-beban-pendinginan-dalam-suatu-sistem-pendingin/
  • buku buku referensi TPTU.