Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Mengetahui Seluk Beluk Kipas Angin, Kerusakan dan Cara Memperbaikinya.

Sekilas Tentang Kipas Angin

Kipas angin merupakan peralatan listrik rumah tangga yang banyak dipakai untuk membuat suhu di ruangan menjadi lebih segar. Musim tropis  di indonesia yang cenderung  panas dan kering   membuat alat ini sangat dibutuhkan. Apa jadinya bila kondisi panas, tiba tiba kipas tidak bisa berputar, tentu membuat aktifitas kita sedikit terganggu, mau di bawa ke tukang servis butuh waktu dan tentu saja butuh doku...lebih baik kita coba perbaiki sendiri. 

Sebelum sobatbee memperbaiki kipas angin yang rusak, ada baiknya sobatbee mengetahui bagian bagian dari kipas angin beserta fungsinya, biar gak asal bongkar, tapi juga bisa benerin lagi.

Bagian Bagian Umum Kipas Angin

Motor Kipas Angin

Motor listrik merupakan bagian yang paling penting pada sebuah kipas, karena komponen inilah yang menyebabkan baling baling berputar. Sebuah motor listrik yang digunakan pada kipas angin terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

Gambar 1. Bagian Bagian Motor Kipas Angin
(sumber gambar: Tugas  dari Ananda : Tegar Deo Alvito)

  • Stator
    Stator merupakan bagian dari motor yang diam, terdiri dari inti stator, rangka stator dan belitan stator. Inti stator dibuat dari material ferromagnetic atau besi lunak yang tersusun berlapis yang menjadi tempat terbentuknya fluks magnetik. Rangka stator dibuat dari besi tuang yang berfungsi sebagai rumah bagi generator. Bentuk rangka rotor adalah berupa lingkaran, dimana sambungan rusuknya akan melindungi generator dari getaran. Belitan stator terbuat dari bahan tembaga yang tersusun dalam alur alur. Belitan stator ini menjadi tempat terbentuknya gaya gerak listrik (GGL).
  • Rotor
    Rotor merupakan bagian dari motor yang berputar, dan terdapat kutub magnetik dengan lilitan kawat yang dialiri arus searah. Kutub magnetik pada rotor terdiri dari dua macam, yaitu : 
      • Rotor kutub menonjol (salient) yang biasa digunakan pada generator dengan kecepatan rendah sampai menengah. 
      • Rotor kutub yang tidak menonjol atau biasa disebut rotor silinder, digunakan untuk generator kecepatan tinggi atau turbo
    • Bantalan (Boshing)
      Bantalan pada motor kipas angin merupakan tempat rotor dan stator

Kapasitor Kipas

Gambar 2. Bagian bagian Kipas ( Baling baling, Penyangga Kipas, Switch, 
Rear Guard, Gear Motor , Cover Motor dan Capasitor). 

Baling Baling

Baling baling merupakan bagian dari kipas yang berbentuk seperti bunga yang akan berputar jika dipasangkan pada motor listrik, Baling baling inilah yang dapat mendorong angin sehingga bisa berhebus sepoi sepoi.

Penyanggan Motor

Bagian ini merupakan bagian penting yang dapat membuat motor dapat tegak dan berputar pada tempatnya. Jika penyangga ini mengalami kerusakan/ patah maka motor akan terkulai dan tidak dapat beroperasi dengan normal

Pengatur kecepatan (Switch)

Bagian ini sebenarnya merupakan sebuah saklar (switch) yang akan mengatur kecepatan berputaran motor kipas angin. Pemilihan swith dari urutan 1, 2 dan 3 berarti mengatur besarnya tegangan yang masuk ke motor kipas. Pada swith pengendali putaran ini dipasangkan tahanan yang memiliki nilai berbeda beda yang dapat membagi tegangan pada besaran tertentu.

Rear Guard

Rear guard merupakanbagian penutup motor listrik. Tanp adanya bagian ini penampilan sebuah kipas jadi kurang sempurna.

Gear Motor

Bagian ini akan mengatur kipas agar bisa bergeleng ke kanan atau kekiri. 

Cover Motor

Cover motor berfungsi sebagi dudukan motor yang dipasangkan bersamaan dengan rear guard, sehingga motor akan terlihat rapi  dan kokoh

Kapasitor

Kapasitor pada kipas angin berfungsi sebagai Starting pada motor listrik, Nilai kapasitansinya berkisar antara 1,5 - 2 micro Farad. Bentuknya Kotak dan berwarna hitam. Jika Komponen ini rusak, biasanya kipas tidak mau berputar, namun saat baling baling digerakkan maka kipas akan bisa berputar.


Jenis Jenis Kipas Angin

Pada dasarnya semua kipas memiliki prinsip yang sama. berdasarkan bentuk dan fungsionalnya, kipas dapat dibagi menjadi 3 macam

Kipas Angin Dinding

Kipas angin dinding biasanya digunakan di sebuah ruangan yang memang dikondisikan nyaman dan sering dijadikan aktifitas. Pemasangan kipas angin ini menetap di dinding dan tidak dipindah pindah. Dalam membersihkan kipas dari kotoran, sobatbee hanya cukup membuka cover kipas dan membersihkan dengan lap tanpa harus melepaskan kipas dari dinding, sedangkan untuk perawatan motor ( pemberian pelumas), sobatbee bisa melepas dudukan kipas dengan mudah, yaitu dengan melepaskan pengait kipas demgan dudukan yang terpasang di dinding.



Kipas Angin Dinding

Gambar 3. Kipas Angin Jenis  Dinding  beserta bagian bagiannya 

Kipas Angin Berdiri

Kipas angin jenis ini bersifat fleksibel, karena dapat dipindah dari ruang satu ke ruang yang lainnya. Kontruksinya yang tinggi dan memiliki dudukan kaki membuat kipas ini sangat baik jika digunakan pada ruang ruang yang memiliki ukuran luas atau pada ruang terbuka (out door). Cara membersihkan kipas inipun relatif lebih mudah dan pemberian pelumas dalam perawatan dapat dilakukan di mana saja.

Kipas Angin Berdiri

Gambar 4. Kipas Angin Berdiri beserta bagian bagiannya 

Kipas Angin Duduk

Kipas angin jenis ini pada dasarnya hampir sama dengan kipas angin jenis berdiri, namun berbeda pada penempatannya saja. Kipas angin duduk biasa ditempatkan di meja atau tempat yang lebih tinggi dari lantai. Untuk perawatan dan cara membersihkan juga tidak jauh beda dengan kipas jenis lainnya.

Kipas angin Duduk
Gambar 5. Kipas angin Duduk 

Kelistrikan Kipas Angin

Bagian kelistrikan dari setiap kipas pada prinsipnya sama, kali ini yang ditampilkan dalam artikel ini adalah diagram kelistrikan untuk kipas angin yang memiliki pengaturan kecepatan dari 1, 2, 3 dan posisi off ( mati) . Pada gambar di bawah ini  merupakan kelistrikan kipas angin dengan 3 kecepatan
Kelistrikan Kipas Angin
Gambar 6. Diagram Kelistrikan Kipas Angin 3 Kecepatan

Saklar Switch akan menghubungkan motor dengan sumber tegangan dari PLN. Sobatbee bisa perhatikan, sebelum saklar swith terhubung ke PLN ada Timer dan Fuse. Timer Berfungsi untuk mengatur waktu nyala Kipas angin, sedangkan Fuse sebagai pengaman saat terjadi arus berlebih.Pada saat sobatbee menekan angka 1 pada switch maka saklar akan menghubungkan motor listrik dengan sumber tegangan yang telah terbagi dalam beban beban yang sudah dipasangkan yaitu R 420 ohm, R 120 Ohm R 80 ohm dan R 410 Ohm. demikian pula untuk switch 2, dan 3, sehingga arus yang mengalir ke motor juga akan bervariasi tergantung dari beban yang dilewatinya. Sobat bisa baca artikel Bagaimana cara menggunakan multitester untuk mengukur tegangan AC

Kerusakan Kerusakan Pada Kipas Angin  dan Cara Memperbaikinya

Kipas Angin mati Total

Kipas angin yang mati total diindikasikan dengan kipas yang sama sekali tidak bisa berputar, indikator 
powernya mati.Langkah pertama kali yang harus sobatbee lakukan adalah

  • Periksa Sumber tegangan listrik PLN

Gunakan tespen untuk memeriksa apakah ada sumber tegangan pada PLN, yaitu memasukkan tespen ke salah satu lobang pada stop kontak, jika salah satu dari lobang stop kontak tersebut menyala, berarti sumber ada sumber listrik PLN dan stop kontak tidak ada masalah, namun jika pada saat pemeriksaan dengan tespen ternyata kedua lobang stop kontak mati semua, berarti sobat perlu cek apakah ada kabel yang putus pada stop kontak tersebut dan jika ternyata diperiksa menyala semua, berarti ada kabel massa (Netral) yang putus. Bila Sumber tegangan Listrik PLN baik baik saja, melanghkah ke tahap selanjutnya.

  • Periksa Kabel Steker pada Kipas angin

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya sobatbee periksa dulu kabel steker pada kipas angin, apakah kondisinya baik atau putus. Bagaimana cara memeriksanya, mudah saja, langkah pertama, buka dulu kipas angin pada bagian switch. 

memeriksa kabel yang putus
Gambar 6. Cara Memeriksa Kabel yang Putus

Ambil multitester Analog atau digital juga boleh, pilih selektor pada posisi Ohm meter. hubungkan probe berwarna merah ke steker, dan probe warna hitam ke kabel yang menuju ke kipas. Ujilah satu persatu, Jika Jarum ohm meter bergerak pada kedua kabel, berarti kondisi kabel masih bagus, namun jika pada pengujian masing masing kabel ternyata jarum pada ohm meter tidak bergerak, maka kabel pada steker ada yang terputus. Jika mengalami hal yang demikian segera ganti dengan kabel yang baik. setelah pengecekan kabel steker selesai, masuk ke langkah berikutnya

Kipas Angin Tidak Berputar Tapi Indikator Lampu Menyala

Kipas yang tidak berputar, padahal lampu indikatornya menyala, apa yang perlu sobatbee lakukan. Pertama sobatbee perlu tahu apa penyebab dari kipas tidak mau berputar, kemungkinan disebabkan oleh hal hal sebagai berikut :

  • Poros pada kipas angin kering atau macet.
  • Kapasitor rusak atau berkurang nilai kapasitansinya.
  • Kabel yang menuju ke gulungan motor terputus
  • Gulungan pada motor putus atau Fusenya yang putus
  • Gulungan motor yang rusak atau terbakar.
"Bagaimana cara memperbaiki indikasi kerusakan di atas?"
  • Pemeriksaan Poros pada Baling baling
    Sobatbee bisa memeriksa kondisi poros pada baling baling, biasanya baling baling yang sulit berputar karena poros kering.Berilah pelumas pada poros tersebut. Coba sobatbee nyalakan, jika penyebab matinya kipas karena poros yang kering, maka baling baling akan berputar normal kembali.Namun jika masih juga kipas tidak meu berputar, sobatbee bisa coba langkah berikutnya.
  • Periksa bagian Kapasitor
    Pemeriksaan kapasitor bisa menggunakan capasitor meter, yaitu dengan mengukur secara langsung nilai kapasitansinya, Jika nilai yang terukur tidak seuai dengan nilai yang tertera pada bodi kapasitor, kemungkinan besar kapasitor tersebut sudah usang atau rusak, sobatbee bisa langsung menggantinya dengan nilai kapasitansi yang sesuai. Jika sudah dilakukan pergantian 
    kapasitor, kipas belum juga berputar, sobatbee bisa coba langkah berikutnya.
  • Periksa Gulungan pada Motor listrik
    Pemeriksaan gulungan motor listrik ini dapat menggunakan ohm meter. Periksa apakah gulungan tersebut putus atau tidak. Ada kalanya kita langsung memeriksa dengan ohm meter, ternyata gulungan  yang secara fisik masih bagus, namun pada saat pengecekan dengan ohm meter putus. Sobatbee jangan terburu nafsu untuk memvonis bahwa gulungan motor putus, bisa jadi fuse atau termistor yang ada pada gulungan tersebut rusak. Untuk mengatasinya, sobatbee bisa langsung mengganti fusenya. namun jika merasa kesulitan bisa langsung menghubungkan ke sumber litrik tanpa menggunakan fuse. Jika penggantian fuse atau dengan teknik hubung langsung sudah dilakukan, namun kipas tidak juga mau berputar, kesimpulan yang bisa diambil adalah, kemungkinan besar gulungan motor yang putus, sobatbee bisa menggantinya dengan yang sejenis

Kipas Angin Berputar Tapi Pelan

Bila kipas angin pada saat dioperasikan dapat berputar namun pelan, hal ini bisa disebabkan oleh  tegangan listrik yang kurang atau poros kipas angin yang kering.

Bagaimana cara memperbaikinya?

Periksa tegangan jala jala listrik PLN di rumah sobatbee, Ukur dengan volt meter AC,. Jika tegangan yang terukur kurang dari 220 V AC, maka perlu sobatbee persiapkan Alat Regulator tegangan yang fungsinya sebagai stabiliser tegangan dari PLN. Jika tegangan sudah sesuai, namun kipas masih berputar pelan, maka kemungkinan poros dan bantalan kipas yang kering, sobatbee bisa memberikan pelumas berupa oli mesin pada poros dan bantalan kipas.

Kipas Angin Berputar, namun muncul suara yang berisik

Bila menjumpai kipas uyang berisik, bisa jadi disebabkan karena baut baut yang kurang kencang dalam pemasangannya, atau adanya balik baling yang retak. Sobatbee bisa perbaiki dengan mengencangkan baut baut yang nmasih kendor, dan mengganti baling baling yang sudah retak.

Demikian artikel yang membahas tentang seluk beluk kipas angin dan cara memperbaikinya, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bacaan