Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Bagian Bagian Osciloscop Dual Channel

Pengertian Osciloscop Dual Channel

Osciloscop merupakan alat ukur yang dapat menampilkan besaran listrik berbentuk gelombang listrik dalam sebuah display Catode Righ Tube. Osciloscop banyak digunakan di perusahan perusahaan yang memproduksi Televisi, Perangkar radio, audio. Penggunaan di bidang pendidikan juga dapat dijumpai pada program vokasi tingkat SMK dan perguruan tinggi. Teknologi yang digunakan pada alat ukur ini juga semakin berkembang, dari teknologi analog menuju ke peralatan dengan teknologi digital. Pada prinsipnya penggunaan osciloscop menerima sinyal input untuk kemudian ditampilkan pada sebuah layar display.. Penggunaan channel  juga semakin berkembang, dari yang single channel, dual channel sampai dengan empat channel. Masing masing disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini akan kita bahas tentang osciloscop Dual channel dengan dual trace, bagian serta fungsinya.



Gambar 1. Bagian Bagian Osciloscop Dual Channel
Sumber Gambar : Instruction Manual for AT7328/7340 Dual Channel Oscilloscope


Bagian Bagian Osciloscop

Osicolosop dual Channel memiliki bagian bagian yang dikelompokan dalam bagian  Panel Depan, horisontal, vertikal dan trigger. Berikut ini penjelasan masing masing bagian.

Bagian Panel Depan

  1. Tombol Power : digunakan untuk menghidupkan osciloscop, saat tombol ini ditekan, maka indicator LED akan menyala.
  2. Intensity : digunakan untuk mengatur intensitas cahaya pada layar CRO
  3. Focus, digunakan untuk membuat gelombang terlihat jelas dan terfokus.
  4. Trace rotation, digunakan untuk mengatur posisi horizontal dan garis skala melalui potensiometer semi-fix
  5. Color filter digunakan untuk membuat gelombang terlihat lebih jelas.
  6. CH1 (X) Input sebagai input X-axial untuk mode X-Y
  7. CH2 (Y) Input: sebagai input Y -axial untuk mode X-Y

Bagian Vertikal (Volt base)

  1. AC-GND-DC: Pilihan mode masukan dari sinyal masukan aksial vertikal
    • AC: AC coupling
    • GND: pentanahan input penguat vertikal, sakelar input mati
    • DC: DC coupling
  2. Vertical attenuation switch: untuk menyesuaikan sensibilitas refleksi vertikal bervariasi dari 5mV / divĖ‰5V / div, dalam 10 langkah
  3. Vertical fine-tune: mengatur sensibilitas fine-tune tidak kurang dari 1/2.5 dari nominal; kepekaan hanya nominal ketika dalam posisi kalibrasi.
  4. DC BAL of CH1 and CH2: Digunakan untuk menyeimbangkan pengujian untuk peredam
  5. Vertical position:  untuk menyesuaikan posisi vertikal gelombang di layar
  6. Vertical mode: Mode operasi penguat CH1 dan CH2
    • CH1 or CH2: tampilan CH1 atau CH2 satu per satu
    • DUAL: kedua saluran ditampilkan secara bersamaan
    • ADD tampilan jumlah aljabar kedua saluran (CH1 + CH2). Perbedaan aljabar (CH1-CH2) untuk CH2 INV ditekan.
  7. ALT/CHOP: lepaskan tombol saat dalam tampilan saluran ganda, menunjukkan tampilan alternatif CH1 dan CH2 biasanya untuk kondisi kecepatan sapuan yang lebih cepat˅; Tampilan Chop secara bersamaan dari CH1 dan CH2 saat menekan tombol (biasanya untuk kondisi kecepatan sapuan lebih lambat).
  8. CH2 INV: sinyal inverting  CH2, baik sinyal maupun pemicu sinyal dari CH2 terbalik secara bersamaan.

Bagian Triggering

  1. External trigger input: Digunakan untuk memicu sinyal eksternal. Untuk kasus ini, Sakelar harus diatur dalam posisi EXT.
  2. Selection of trigger source: 
    • Trigger  internal (INT) atau eksternal (EXT)
    • CH1: Pilih CH1 sebagai sumber sinyal pemicu internal, untuk sakelar mode vertikal diatur ke DUAL atau ADD.
    • CH2: Pilih CH2 sebagai sumber sinyal trigger  internal, untuk sakelar mode vertikal 14) diatur ke DUAL atau ADD
    • TRIG.ALT : Trigger alternative pilih CH1 dan CH2 sebagai sumber sinyal trigger  internal dengan menekan, untuk sakelar mode vertikal  disetel di DUAL atau ADD, dan sakelar sumber pemicu disetel di CH1 atau CH2.
    • LINE: Pilih sumber daya AC sebagai sinyal trigger
    • EXT: Sambungan sinyal pemicu eksternal sebagai sumber sinyal trigger
  3. Polarity: Pilih polaritas sinyal trigger "Positif " Untuk pemicu puncak atas (positif)  dan "Negatif " untuk pemicu puncak bawah (negatif)
  4. Trigger level: Menampilkan bentuk gelombang stabil sinkron, dan menetapkan titik awal bentuk gelombang. Pemicu perpindahan level dengan memutar ke arah "Positif", dan memicu pergeseran level ke bawah dengan memutar ke arah "Negatif "
  5. Trigger modes: Pilih mode Triggering
    • AUTO:  secara Automatic akan Menyapu dalam mode bebas ketika tidak ada input sinyal pemicu.
    • NORM: Kondisi normal dalam keadaan siaga dan tanpa tampilan saat tidak ada input sinyal trigger..
    • TV-V: TV-Vertical : digunakan untuk mengamati bidang sinyal TV
    • TV-H: TV- Horizontal mengamati garis sinyal TV (Sinkronisasi TV-Vertikal dan TV-Horizontal hanya dalam kasus sinyal sinkron adalah pulsa negatif)

Bagian Horisontal ( Time base)

  1. Horizontal sweep speed switch: Kecepatan sapuan dibagi menjadi 20 langkah, dari 0,2 S / div hingga 0,5S / div. Dan mengatur posisi X-Y dapat digunakan sebagai osiloskop XY.
  2. Horizontal fine tune: Sempurnakan waktu sapuan horizontal, untuk mengkalibrasi waktu sapuan sesuai dengan TIME / DIV pada panel. Kecepatan sapuan TIME / DIV terus berubah, ketika Anda berputar-putar berlawanan arah jarum jam, itulah lokasi kalibrasi. Total waktu tunda di atas 2,5 kali.
  3. Horizontal position: Sesuaikan posisi jejak horizontal di layar.
  4. Sakelar perluasan sapu: Kecepatan sapuan akan diperbesar 10 kali dengan menekannya.


Bagian Lain sebagai Pendukung

  1. CAL: Menyediakan sinyal persegi dengan amplitudo 2Vp-p dan frekuensi 1kHz, yang digunakan dalam mengkalibrasi kapasitor kompensasi 10: 1, juga mendeteksi faktor defleksi vertikal dan horizontal osiloskop.
  2. GND: Terminal pemtanahan pada osciloscop.
Setelah mengenal bagian bagian dari Osciloscop secara lengkap beserta fungsinya, maka sekarang kita bisa mulai mengoperasikannya, tapi jangan lupa, penggunaan alat ukur yang baik dan prosedural harus diawali dengan proses kalibrasi alat ukur, Baca : Cara Kalibrasi alat ukur osciloscop Dual Channel Dual Trace.  Demikianlah artikel tentang bagian bagian dari osciloscop, jika ada diskusi silakan tuliskan di kolom komentar.