Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Box 1 , scroll ke bawah

Box 2 , scroll ke bawah

Box 3 , scroll ke bawah

Box 4

Mengenal Mata Uang Kripto sebagai Aset Digital

Mengenal Mata Uang Kripto sebagai Aset Digital

Pernahkah kamu mendengar istilah cryptocurrency? Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia ramai orang membicarakan tentang cryptocurrency atau mata uang kripto. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan mata uang kripto tersebut?
Secara bahasa, cryptocurrency dapat diartikan sebagai mata uang virtual yang dilindungi dengan kode rahasia kriptografi. Kriptografi ini membuat mata uang kripto hampir tidak mungkin untuk dipalsukan. Mata uang kripto yang paling popular saat ini adalah Bitcoin dan Ethereum, disamping masih banyak jenis mata uang kripto lainnya. Namun dua itulah yang paling banyak diburu para penambang mata uang kripto.




Ciri-ciri mata uang kripto

Mata uang kripto tidak seperti mata uang pada umumnya. Ciri yang melekat pada mata uang kripto yaitu berbentuk digital, terenkripsi, dan terdesantralisasi. 

Digital, mata uang kripto merupakan asset digital yang tidak memiliki bentuk real, namun tetap dapat digunakan sebagai media pertukaran. Crytocurrency hanya merupakan supply dan demand pada transaksi pasar digital pada blockchain.

Terenkripsi, yaitu dilindungi dengan kode kriptografi yang rumit. Dengan “nomor seri” terenkripsi tersebut, maka mata uang kripto hampir tidak mungkin untuk di palsukan seperti mata uang konvensional pada umumnya yang mudah dipalsukan.

Terdesentralisasi, artinya mata uang kripto ini tidak dapat dimonopoli oleh segelintir pihak. Kenapa demikian? Karena mata uang kripto berada pada blockchain yang tersebar pada setiap perangkat komputer yang berbeda-beda. Dengan desentralisasi, maka tidak ada satu pihak yang dapat dapat memonopoli. Misalnya, pihak pemerintah yang dapat memonopoli nilai mata uang konvensional.


Apa itu blockchain?

Seperti disebutkan sebelumnya, pertukaran mata uang kripto terjadi dengan adanya teknologi blockchain. Di dunia internet, blockchain merupakan teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data digital yang saling terhubung antar perangkat komputer dan menggunakan kriptografi.

Teknologi blockchain menyerupai catatan transaksi digital yang mempunyai banyak server. Karena terhubung satu sama lain, maka tidak memerlukan suatu perantara dalam bertransaksi.


Jenis-jenis mata uang kripto

Bitcoin merupakan mata uang kripto yang pertama kali diluncurkan dan paling banyak diminati. Banyak sekali jenis-jenis mata uang kripto yang beredar. Berikut ini ada beberapa jenis mata uang kripto yang populer.

1. Bitcoin (BTC)

2. Ethereum (ETH)

3. Solana (SOL)

4. Cardano (ADA)

5. Litecoin (LTC)

6. Dogecoin (DOGE)

7. Binance (BNB)

8. Uniswap (UNI)

9. Polkadot (DOT)

9. Bitcoin Cash (BCH)

Kenapa ada banyak jenis mata uang kripto? Mayoritas mata uang kripto yang ada saat ini merupakan turunan dari bitcoin, yang menggunakan open source code. Dengan demikian siapapun dapat menyalin dan mengubah kode dan membuat koin baru mereka sendiri. Hal ini juga berarti siapapun bebas untuk bergabung dengan jaringannya dan bertransaksi di dalamnya.


Bagaimana mendapatkan mata uang kripto?

Banyak negara telah menganggap mata uang kripto sebagai sebuah investasi atau asset. Termasuk juga di Indonesia. Aset kripto telah dinyatakan legal untuk diperjual belikan sejak tahun 2019. Legalitas itu dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)

Mata uang kripto bisa diperoleh dengan aktifitas menambang (mining) atau bisa juga didapatkan dari pertukaran (exchange).

Untuk menjadi seorang penambang (miner) kripto, anda harus mempunyai peralatan mining yang cukup. Pada dasarnya peralatan mining tersebut adalah sebuah komputer dengan spesifikasi yang mampu untuk melakukan kegiatan menambang kripto. 

Gampangnya, anda memerlukan spesifikasi laptop gaming untuk dapat menjalankan aktifitas mining dengan lancar. Bagi yang memiliki modal tentu hal itu bukanlah masalah. Lalu, bagaimana jika kita tidak mempunyai modal dan perangkat komputer untuk keperluan mining tersebut? 

Yaitu dengan cara pertukaran atau exchange dari penyedia layanan mata uang kripto. Yang paling terkenal adalah Indodax.

Indodax merupakan suatu platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 2014. Indodax yang memiliki lebih dari 5.450.744 member terverifikasi di 80 negara ini menyediakan layanan jual beli aset kripto bagi anda yang ingin berinvestasi.

Selain menyediakan lebih dari 160 jenis mata uang kripto, Indodax juga mempunyai banyak kemudahan layanan transaksi, seperti:

  • Beli aset kripto dengan deposit melalui semua bank lokal Indonesia atau jual aset kripto dan mengkonversi menjadi Rupiah secara instan.

  • Biaya trading dan persentase penarikan mulai dari 0%

  • Layanan transaksi 24 jam nonstop, bahkan saat hari libur.

Bagi anda yang ingin berinvestasi aset kripto, anda bisa memulainya dengan mendaftar menjadi member Indodax. Caranya sangat mudah. Dan hanya dengan saldo minimal Rp 10.000,- Anda sudah bisa melakukan transaksi mata uang kripto pertama Anda.